Reksadana Vs Unit Link, Mana yang Lebih Baik?

  • Harga Unit Link,
  • Reksadana Vs Unit Link,
  • Unit Link,

Reksadana vs Unit link. Tak sedikit orang yang menyamakan antara unit link dengan reksadana. Jenis investasi unit link merupakan produk asuransi yang kini paling populer serta menjadi tulang punggung sebagian besar perusahaan asuransi. Adapun kepopulerannya tersebut sebab dalam unit link, biasanya premi tak akan hangus, melainkan dikembalikan lagi pada pemegang polis.Selain itu, pemasaran asuransi ini lebih agresif jika dibandingkan dengan instrument investasi yang lainnya. Adapun pihak pemasarannya yaitu agen asuransi dnegan ganjaran komisi yang tinggi. Berbeda dengan penjualan instrument asuransi lain seperti reksadana yang lebih pasif.

Persamaan Unit Link dan Reksadana

Unit link dan reksadana merupakan instrumen investasi dari Manajer Investasi yang menjadi pihak pengelola dana masyarakat. Dimana dana ditempatkan oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen investasi, seperti obligasi, pasar uang dan pencampuran. Karena itulah, investasi yang disediakan, baik oleh unit link maupun reksadana tak jauh berbeda. Sebab instrumen investasi yang dipakai sama, sehingga tingkat risiko keduanya menjadi sama.

Perbedaan Unit Link dan Reksadana

Ada beberapa perbedaan antara kedua jenis investasi ini, diantaranya :

1. Bebas Melakukan Investasi

Dalam reksadana, para investor bebas menetapkan kapan waktu dan jumlah investasi yang dilakukan. Tak ada kewajiban menjalankan investasi dengan rutin, setiap bulan dengan jumlah tertentu. Dimana hari ini melakukan investasi lalu enam bulan kemudian baru membeli kembali, itu dapat dilakukan. Investasi ini tak memiliki batasan jumlah, dengan sifat jumlah investasi yang sangat fleksibel. Hal tersebut berbeda dengan jenis asuransi unit link, dimana pemegang polis wajib membayar setiap bulan secara rutin dengan jumlah yang telah ditentukan. Kurang bayar atau telat bayar tentunya memiliki konsekuensinya.

2. Dapat Berganti dan Memilih Manajer Investasi

Jika ingin mengganti atau memilih manajer investasi, maka investor pun bebas melakukannya dalam reksadana. Misalnya saja, suatu reksadana online mempunyai 22 manajer investasi dengan 98 reksadana. Dimana semuanya dapat dipilih investor dengan bebas. Selain itu, tak ada yang namanya batasan waktu. Anda bisa melakukannya dengan bebas kapan saja. Berbeda dengan asuransi, dimana kebebasan berganti dan memilih manajer investasi cenderung terbatas. Dari kebanyakan asuransi ini hanya memiliki 1 manajer investasi, dengan begitu peserta tak dapat berganti manajer investasi.

3. Fee Jual dan Beli Unit Investasi

Asuransi membebankan fee hingga 5% dari setiap tambahan dana atau top up. Seperti misalnya, para investor menetapkan 1 juta rupiah untuk pembayaran asuransi, maka sebanyak Rp. 950 ribu akan diinvestasikan sedangkan Rp. 50 ribunya untuk dibayar ke pihak perusahaan asuransi. Disamping itu, tiap asuransi menetapkan harga beli dan harga jual yang berbeda. Berbeda dengan reksadana, yakni gratis biaya jual dan beli investasi. Tak ada potongan, sehingga uang Anda pun utuh masuk di reksadana.

4. Bebas Melakukan Pencairan

Setiap waktu investor ingin melakukan pencairannya baik sebagian ataupun keseluruhan dana, hal tersebut bisa dilakukan sangat mudah jika di reksadana. Anda bisa mengunjungi customer service tempat Anda membeli. Sementara pada investasi asuransi, pencairan sebagian atau seluruh secara teoritis dapat dilakukan. Selain itu,prosesnya tak berbeda jauh dengan yang dilakukan di reksadana. Namun, dikarenakan asuransi ini mengaitkan antara asuransi dengan investasi, sehingga masalahnya cenderung lebih kompleks.

Dalam unit link, harga unit akan turun saat pasar modal sedang turun. Hal tersebut dikarenakan asuransi ini berkaitan erat dengan pasar modal. Dari sinilah kita bisa mengetahui lebih jelas tentang persamaan dan perbedaan keduanya. Untuk memilih investasi, Anda tentu bisa mempertimbangkan mana yang lebih baik.